Blog kumpulan Informasi dan pengetahuan dari SDN Potoan Laok 1 Palengaan Pamekasan

Kopi Keliling (Koling)

Dayu Pratama, Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, merintis kopi keliling (koling) di Yogyakarta pada 2013, sepulang dari kuliah lapangan di Candiroto, Temanggung, desa sentra kopi. Awalnya, laki-laki 25 tahun ini dongkol melihat petani kopi di desa Candiroto, Temanggung mulai berpaling dari kopi karena harga yang terus merosot.

Kopi Keliling (Koling)


”Kopi itu sebenarnya bisa jadi sumber penghasilan,” kata Dayu. Akhirnya Dayu menekuni bisnis kopi dengan tekad membalik anggapan petani kopi.

Dayu awalnya membuka bisnis kopi kecil-kecilan di kampus Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Biji kopi dari petani Temanggung dibeli lebih tinggi 20 persen dari harga pasar. Modal awalnya cuma Rp 80 ribu. Saking cekaknya, Dayu memanfaatkan pintu bekas rumah kakeknya untuk membuat gerobak. Dari sinilah cikal-bakal Koling lahir.

Jangan dibayangkan Koling yang dihela Dayu ini seperti kedai kopi kebanyakan yang punya ruangan lapang dan sejuk dengan kursi empuk. Koling berbentuk gerobak kayu beroda tiga yang mangkal di pinggir jalan.

Tak usah pula membayangkan Koling seperti penjaja kopi kemasan yang berjualan dengan sepeda lengkap dengan termos air panas. Koling menyeduh kopi asli. Maka di gerobak Dayu itu ada sederet stoples berisi biji kopi dari Temanggung, Jawa Tengah, yang ditata sebagai etalase.

Di sudut lain gerobak, ada gula, teko, dan mesin penggiling kopi manual. Koling gampang dikenali karena, selain menjajakan kopi dengan gerobak, penjajanya mengenakan kain lurik dan kadang memakai caping.

Semula, Koling tak diminati karena Dayu hanya mangkal di kampus. Saban hari, kopinya cuma laku tiga gelas. Koling mulai laris ketika Dayu menggeser gerobaknya ke pusat keramaian. Di sini, ia bisa menjual 1.500 gelas dengan banderol Rp 10-15 ribu per gelas. Harganya lumayan karena Dayu menjual kopi spesialti—kopi arabika kualitas terbaik.

Dengan strategi itu, bisnisnya berkembang. Kini ia punya enam gerobak. ”Koling juga mulai merambah Semarang dan Magelang,” ujarnya.

Sumber: https://www.kafekolong.com/2018/11/penjual-kopling-panen-saat-demo-besar.html

Kopi Keliling (Koling)

Situs Belanja Barang Luar Negeri

Banyak orang yang tertarik untuk belanja di situs luar negeri, sayangnya masih banyak yang masih awam dengan hal ini.

Situs Belanja Barang Luar Negeri


Pada dasarnya cara berbelanja di situs ecommerce luar negeri ini sama saja dengan berbelanja di situs ecommerce dalam negeri seperti buka lapak, tokopedia, shopee, dll.

Yang menjadi perbedaan adalah cara pembayarannya. Salah satu situs ecommerce paling terkenal adalah Tinydeal.

Situs ini adalah situs asal China yang terkenal cukup lengkap produk-produknya. Di dalam bisnis online, kunci utama kesuksesan sebuah ecommerce adalah kepercayaan dari pelanggan.

Situs ini sudah banyak digunakan dan selalu mendapatkan testimoni positif. Banyak orang yang percaya dan puas dengan pelayannya.

Ada beberapa gadget yang kerap tidak masuk di Indonesia, dan cara satu-satunya untuk mendapatkannya adalah dengan membeli melalui ecommerce luar negeri.

Membeli melalui ecommerce luar negeri ini juga bisa membuat Anda tampak kekinian. Setiap produk keluaran luar negeri pasti pertama kali di pasarkan di sana, dan untuk masuk ke Indonesia akan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Dengan membeli barang dari luar negeri Anda bisa mendapatkan pertama kali dan bisa terlihat lebih kekinian.

Dalam beberapa kasus, Anda bisa mendapatkan harga yang lebih miring. Apalagi jika Anda membeli dengan jumlah yang cukup banyak.

Tak jarang juga pembisnis Indonesia yang memanfaatkan hal ini. Mereka membeli barang dari luar negeri dengan jumlah banyak. Mereka akan mendapatkan harga miring, kemudian saat di Indonesia mereka menjualnya dengan rate harga yang lebih tinggi.

Karena barangnya merupakan barang luar negeri, tentu saja pamornya lebih baik dan terkesan valuenya lebih baik juga.

SDN Potoan Laok 1